HOME

Kamis, 20 Juni 2013

ISLAM VS KAPITALISME VS SOSIALISME

Hampir semua orang tahu bahwa Ideologi yang berkuasa sekarang ini adalah Kapitalisme sekuler pimpinan Amerika Serikat. Namun perlu di catat bahwa pertarungan ideologi masih terus bergulir. Dua ideologi lain siap unjuk kebolehan untuk tampil kepermukaan. Tidak lain adalah Ideologi Islam dan Ideologi sosialisme.

Baru-baru ini di jejaring facebook muncul sebuah group menamakan dirinya "Partai Komunis Indonesia 2010" yang anggotanya sudah mencapai ribuan orang. PKI merupakan organisasi yang berideologikan sosialis komunis. Kelompok ini telah menorehkan tinta hitam perjalanan sejarah Indonesia. Salah satunya adalah peristiwa pemberontakan G30 S PKI.

Pengamat politik dan sosiolog Universitas Indonesia Musni Umar mengatakan gerakan pendukung Partai Komunis Indonesia (PKI) muncul di situs jejaring sosial facebook. Bisa jadi hal ini bukan hanya main-main, karena ideologi Komunis tidak pernah mati. Sesungguhnya ideologi komunis sangat kuat cengkramannya. Tidak lapuk karena zaman, Komunis itu subur di lingungan yang miskin. Mungkin saja namanya bukan lagi PKI, atau membawa embel-embel nama komunis. Tetapi, gerakan tersebut tetap pada sama seperti partai Komunis. (okezone.com)

Setelah Runtuhnya Khilafah Islam pada tahun 1924. Dunia tertata dalam format Blok Barat yang Kapitalis versus Blok Timur yang Sosialis (Tahun1946-1989). Pada 1990 Uni Soviet tereliminasi, kemudian AS segera memproklamasi terbentuknya tata dunia baru serta mendeklarasikan diri sebagai Globo Cop atau Polisi Dunia.

Perbandingan Mendasar ke Tiga Ideologi

1. Kapitalisme Sekular. Merupakan faham yang memisahkan agama dari kehidupan, meskipun ia mengakui adanya Pencipta dan adanya kehidupan sebelum dan sesudah dunia ini. Ideologi ini hasil dari kejeniusan manusia.

2. Komunisme-Sosialisme. Dialektika materialisme, beranggapan bahwa segala sesuatu itu adalah materi, ia tidak mengakui Tuhan, kehidupan, dan alam sebelum dan sesudah dunia kehidupan. Ideologi ini berasal dari materi, sesuai dengan evolusi materi atau perubahan zaman.

3. Islam (Tauhid). Yaitu suatu keyakinan yang mengakui tentang adanya Pencipta,dan mengakui adanya alam kehidupan (sebelum diciptakan), sesudah kehidupan (penghisapan). Namun, faham ini tidak memisahkan antara agama dari kehidupan. Ideologi ini barasal dari Allah SWT, yang tercantum dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Sebagai seorang muslim, tiada pilihan lain kecuali Ideologi Islam. Sebab, hal ini merupakan tuntutan aqidah dan syariah Islam. Karena karakteristiknya yang rahmatan lil alamin, maka sangat cocok jika di terapkan untuk masyarakat yang plural/majemuk. Secara fakta, Islam sukses di terapkan selama berabad-abad, sosialis cuma bertahan 72 tahun sudah hancur. Sedangkan kapitalisme saat ini sudah kelihatan borok-boroknya. Jadi sangat aneh kalau ada yang mengaku muslim namun memilih Ideologi selain Islam.

Allah SWT berfirman:
“Barangsiapa mencari agama (ideologi) selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran [3] : 85)

Kemunculan group di jejaring facebook tersebut paling tidak membuktikan masih eksisnya Ideologi sosialis komunis dan pengembannya. Sedangkan bagi Ideologi kapitalisme sekuler pasti akan selalu berusaha mempertahankan diri serta tidak akan membiarkan Ideologi lain menggusurnya. Karena memang seperti itulah sifat sebuah ideologi jika sedang berkuasa.

Namun barat sadar betul ancaman kebangkitan Islam jauh lebih berbahaya ketimbang ancaman Sosialisme. Seperti halnya disampaikan oleh Zeyno Baran, direktur International Security and Energi Programs di Nixon Center, ia mengatakan, “Hingga beberapa tahun yang lalu, sebagian besar kelompok Islam menganggap upaya penegakan Khilafah yang baru adalah tujuan yang utopis. Sekarang, semakin banyak orang yang menganggap tegaknya kembali Khilafah sebagai tujuan yang serius”.

Tidak aneh jika mereka berupaya keras dengan berbagai cara untuk melemahkan perjuangan Ideologi Islam ini. Salah satu contohnya ialah fitnah yang ditujukan oleh barat terhadap organisasi hizbut tahrir yang terkenal sangat aktif dalam perjuangan ideologi Islam. Dengan menyebutkan bahwa Hizbut Tahrir adalah organisasi teroris. Padahal jelas, Hizbut Tahrir tidak pernah menggunakan cara-cara kekerasan dalam perjuanganya, hal ini diakui juga oleh Craig Murray (mantan duta besar Inggris untuk Uzbekistan) ketika wawancancara dengan stasiun TV Aljazeera mengatakan "Hizbut Tahrir merupakan organisasi yang betul-betul tanpa kekerasan”.

Sosialisme dan Kapitalisme terbukti gagal menjadi aturan karena memang tidak sesuai dengan fitrah manusia. Di Indonesia keduanya juga sudah pernah dicoba, semuanya gagal. Islam siap mensejahterakan umat dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman.

Saatnya Menjadi Pejuang Syariah dan Khilafah

Karena itu, tunggu apa lagi. Sekaranglah saatnya yang tepat bagi kita untuk buktikan ketundukkan kita kepada Allah SWT dengan berjuang menegakkan agama-Nya. Sangat merugi jika kita menyia-nyiakan kesempatan emas ini, karena Allah SWT melebihkan derajat orang yang berjuang sebelum tegaknya khilafah.

"Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi? Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tingi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hadid: 10).

Perjuangan yang sudah dijamin kemenangan-Nya oleh Allah SWT sebagaimana dalam firman-Nya:

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia yang meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka”. (QS. An-Nur : 55).

Telah dinubuwwahkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan Rasulullah SAW juga telah bersabda bahwa khilafah Islam akan mampu menaklukkan Roma.

"...kemudian akan muncul khilafah dengan metode kenabian". (HR. Ahmad).

Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah?
Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah?
Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel.
(HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim). Wallahu a'lam bi ash shawab.

Sabtu, 15 Juni 2013

Apa itu "KHILAFAH"??

KHILAFAH ISLAM

·                    Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia. Khilafah bertanggung jawab menerapkan hukum Islam, dan menyampaikan risalah Islam ke seluruh muka bumi. Khilafah terkadang juga disebut Imamah; dua kata ini mengandung pengertian yang sama dan banyak digunakan dalam hadits-hadits shahih.
·          Sistem pemerintahan Khilafah tidak sama dengan sistem manapun yang sekarang ada di Dunia Islam. Meskipun banyak pengamat dan sejarawan berupaya menginterpretasikan Khilafah menurut kerangka politik yang ada sekarang, tetap saja hal itu tidak berhasil, karena memang Khilafah adalah sistem politik yang khas.
·               Khalifah adalah kepala negara dalam sistem Khilafah. Dia bukanlah raja atau diktator, melainkan seorang pemimpin terpilih yang mendapat otoritas kepemimpinan dari kaum Muslim, yang secara ikhlas memberikannya berdasarkan kontrak politik yang khas, yaitu bai’at. Tanpa bai’at, seseorang tidak bisa menjadi kepala negara. Ini sangat berbeda dengan konsep raja atau dictator, yang menerapkan kekuasaan dengan cara paksa dan kekerasan. Contohnya bisa dilihat pada para raja dan diktator di Dunia Islam saat ini, yang menahan dan menyiksa kaum Muslim, serta menjarah kekayaan dan sumber daya milik umat.
·             Kontrak bai’at mengharuskan Khalifah untuk bertindak adil dan memerintah rakyatnya berdasarkan syariat Islam. Dia tidak memiliki kedaulatan dan tidak dapat melegislasi hukum dari pendapatnya sendiri yang sesuai dengan kepentingan pribadi dan keluarganya. Setiap undang-undang yang hendak dia tetapkan haruslah berasal dari sumber hukum Islam, yang digali dengan metodologi yang terperinci, yaitu ijtihad. Apabila Khalifah menetapkan aturan yang bertentangan dengan sumber hukum Islam, atau melakukan tindakan opresif terhadap rakyatnya, maka pengadilan tertinggi dan paling berkuasa dalam sistem Negara Khilafah, yaitu Mahkamah Mazhalim dapat memberikan impeachment kepada Khalifah dan menggantinya.
·                          Sebagian kalangan menyamakan Khalifah dengan Paus, seolah-olah Khalifah adalah Pemimpin Spiritual kaum Muslim yang sempurna dan ditunjuk oleh Tuhan. Ini tidak tepat, karena Khalifah bukanlah pendeta. Jabatan yang diembannya merupakan jabatan eksekutif dalam pemerintahan Islam. Dia tidak sempurna dan tetap berpotensi melakukan kesalahan. Itu sebabnya dalam sistem Islam banyak sarana check and balance untuk memastikan agar Khalifah dan jajaran pemerintahannya tetap akuntabel.
·         Khalifah tidak ditunjuk oleh Allah, tetapi dipilih oleh kaum Muslim, dan memperoleh kekuasaannya melalui akad bai’at. Sistem Khilafah bukanlah sistem teokrasi. Konstitusinya tidak terbatas pada masalah religi dan moral sehingga mengabaikan masalah-masalah sosial, ekonomi, kebijakan luar negeri dan peradilan. Kemajuan ekonomi, penghapusan kemiskinan, dan peningkatan standar hidup masyarakat adalah tujuan-tujuan yang hendak direalisasikan oleh Khilafah. Ini sangat berbeda dengan sistem teokrasi kuno di zaman pertengahan Eropa dimana kaum miskin dipaksa bekerja dan hidup dalam kondisi memprihatinkan dengan imbalan berupa janji-janji surgawi. Secara histories, Khilafah terbukti sebagai negara yang kaya raya, sejahtera, dengan perekonomian yang makmur, standar hidup yang tinggi, dan menjadi pemimpin dunia dalam bidang industri serta riset ilmiah selama berabad-abad.
·      Khilafah bukanlah kerajaan yang mementingkan satu wilayah dengan mengorbankan wilayah lain. Nasionalisme dan rasisme tidak memiliki tempat dalam Islam, dan hal itu diharamkan. Seorang Khalifah bisa berasal dari kalangan mana saja, ras apapun, warna kulit apapun, dan dari mazhab manapun, yang penting dia adalah Muslim. Khilafah memang memiliki karakter ekspansionis, tapi Khilafah tidak melakukan penaklukkan wilayah baru untuk tujuan menjarah kekayaan dan sumber daya alam wilayah lain. Khilafah memperluas kekuasaannya sebagai bagian dari kebijakan luar negerinya, yaitu menyebarkan risalah Islam.
·      Khilafah sama sekali berbeda dengan sistem Republik yang kini secara luas dipraktekkan di Dunia Islam. Sistem Republik didasarkan pada demokrasi, dimana kedaulatan berada pada tangan rakyat. Ini berarti, rakyat memiliki hak untuk membuat hukum dan konstitusi. Di dalam Islam, kedaulatan berada di tangan syariat. Tidak ada satu orang pun dalam sistem Khilafah, bahkan termasuk Khalifahnya sendiri, yang boleh melegislasi hukum yang bersumber dari pikirannya sendiri.
·           Khilafah bukanlah negara totaliter. Khilafah tidak boleh memata-matai rakyatnya sendiri, baik itu yang Muslim maupun yang non Muslim. Setiap orang dalam Negara Khilafah berhak menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan-kebijakan negara tanpa harus merasa takut akan ditahan atau dipenjara. Penahanan dan penyiksaan tanpa melalui proses peradilan adalah hal yang terlarang.
·                       Khilafah tidak boleh menindas kaum minoritas. Orang-orang non Muslim dilindungi oleh negara dan tidak dipaksa meninggalkan keyakinannya untuk kemudian memeluk agama Islam. Rumah, nyawa, dan harta mereka, tetap mendapat perlindungan dari negara dan tidak seorangpun boleh melanggar aturan ini. Imam Qarafi, seorang ulama salaf merangkum tanggung jawab Khalifah terhadap kaum dzimmi: “Adalah kewajiban seluruh kaum Muslim terhadap orang-orang dzimmi untuk melindungi mereka yang lemah, memenuhi kebutuhan mereka yang miskin, memberi makan yang lapar, memberikan pakaian, menegur mereka dengan santun, dan bahkan menoleransi kesalahan mereka bahkan jika itu berasal dari tetangganya, walaupun tangan kaum Muslim sebetulnya berada di atas (karena faktanya itu adalah Negara Islam). Kaum Muslim juga harus menasehati mereka dalam urusannya dan melindungi mereka dari ancaman siapa saja yang berupaya menyakiti mereka atau keluarganya, mencuri harta kekayaannya, atau melanggar hak-haknya.”
·      Dalam sistem Khilafah, wanita tidak berada pada posisi inferior atau menjadi warga kelas dua. Islam memberikan hak bagi wanita untuk memiliki kekayaan, hak pernikahan dan perceraian, sekaligus memegang jabatan di masyarakat. Islam menetapkan aturan berpakaian yang khas bagi wanita – yaitu khimar dan jilbab, dalam rangka membentuk masyarakat yang produktif serta bebas dari pola hubungan yang negatif dan merusak, seperti yang terjadi di Barat.
·        Menegakkan Khilafah dan menunjuk seorang Khalifah adalah kewajiban bagi setiap Muslim di seluruh dunia, lelaki dan perempuan. Melaksanakan kewajiban ini sama saja seperti menjalankan kewajiban lain yang telah Allah Swt perintahkan kepada kita, tanpa boleh merasa puas kepada diri sendiri. Khilafah adalah persoalan vital bagi kaum Muslim.

·      Khilafah yang akan datang akan melahirkan era baru yang penuh kedamaian, stabilitas dan kemakmuran bagi Dunia Islam, mengakhiri tahun-tahun penindasan oleh para tiran paling kejam yang pernah ada dalam sejarah. Masa-masa kolonialisme dan eksploitasi Dunia Islam pada akhirnya akan berakhir, dan Khilafah akan menggunakan seluruh sumber daya untuk melindungi kepentingan Islam dan kaum Muslim, sekaligus menjadi alternatif pilihan rakyat terhadap sistem Kapitalisme.  

Jumat, 14 Juni 2013

METODE DAKWAH RASULULLAH SAW

Assalamualaikum wr wb.

       Dalam catatan kali ini saya akan menjelaskan metode dakwah Rasulullah SAW yang pernah dilakukan Rasulullah dahulu di madinah dan metode ini wajib digunakan oleh pengemban dakwah sebagai uslub atau cara kita melakukan aktivitas dakwah yang benar dan jauh dari yang namanya kekerasan. 

       Dakwah pada hakikatnya adalah menyeru atau menyampaikan kebaikan kepada orang lain dan dakwah sendiri dilakukan tanpa kekerasan seperti halnya dakwah yang dilakukan Rasulullah SAW di Madinah untuk menyebarkan agama islam keseluruh penjuru zajirah arab. Dalam menjalankan aktivitas dakwah kita memerlukan metode, cara dan trik agar sesuatu yang ingin kita sampaikan kepada orang lain tersampaikan dan mereka tercerahkan dengan risalah agama yang kita sampaikan.

berikut adalah metode dakwah Rasulullah yang perlu kita cermati, yaitu: 


(1) Tahap Pembinaan dan Pengkaderan (Marhalah Tatsqif)

Tahap ini dimulai sejak beliau SAW diutus menjadi Rasul, setelah firman Allah SWT: 

“Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan!” (QS  Al Muddatstsir: 1-2)

Tahapan pertama atau tahapan pengkaderan ini dilakukan secara lebih tersembunyi (siriyyah). Tahapan ini merupakan  sebuah masa untuk mendidik kader, di mana kader yang terbentuk inilah yang akan menyebarkan pemahaman Islam ke masyarakat. Pada pengkaderan ini ditanamkan pada diri kader tentang target dakwah yang akan diraih, yaitu menegakkan Islam kembali di muka bumi dengan cara tegaknya sebuah pemerintahan yang akan menerapkan Islam dalam setiap sendi kehidupan.

(2)  Tahap Interaksi dengan Masyarakat dan Perjuangan

  (Marhalah Tafaa’ul wal kiffah)
Tahap ini ditempuh setelah melalui tahapan pembinaan. Hal ini dilakukan setelah Rasulullah mendapat perintah dari Allah:

“Maka sampaikanlah secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.”(QS  Al Hijr: 94)
Pelaku dakwah adalah orang-orang yang telah mengalami pengkaderan sebelumnya. Dibandingkan dengan tahap pertama, tahapan ini akan lebih berat dari segi tantangan yang akan dihadapi. Tahapan ini dibagi ke dalam dua strategi, yaitu:

(a). Shiraa’ul fikri (pertarungan pemikiran)

Target dari aktivitas shiraa’ul fikri adalah menjelaskan kepada masyarakat bahwa sistem yang ada saat ini tidak sesuai dengan Islam. Hal ini dilakukan dengan memerangi pemikiran-pemikiran kufur dengan mengungkapkan kelemahan, kerusakan dan kepalsuannya serta memberikan pemikiran Islam yang jernih sebagai penggantinya. Pada tahap ini, pengkaderan terhadap individu-individu yang akan melakukan dakwah harus terus dilakukan.

(b). Kiffah as siyasi (perjuangan politik)

Aktivitas kiffah as siyasi (perjuangan politik) adalah mengkritik kebijakan pemimpin yang tidak sesuai dengan Islam, tidak membela kemashlahatan kaum muslimin serta membongkar berbagai makar yang akan menghalang-halangi tegaknya Islam kembali, baik makar antar pemimpin maupun dengan negara lain. Dengan begitu, rakyat mengetahui dengan jelas hakikat para penguasa mereka.

3.      Tahap Penerapan Syari’at Islam (Tathbiq Al Ahkaam Al Islam).

 Tahap ini ditandai dengan didirikannya Daulah Islamiyah sebagai pelaksana hukum Islam dan sebagai pengemban risalah Islam ke seluruh penjuru dunia melalui dakwah dan jihad.  

Dengan telah dipahaminya tentang kewajiban mengorganisasikan dakwah dengan baik serta tujuan yang jelas juga metode yang jelas, insya Allah kehidupan Islam yang diinginkan semua umat dapat terwujud. Islam pun akan mampu kembali menjadi rahmatan lil alamin. 

semoga dakwah yang kita lakukan sesuai dengan apa yang dicontohkan Rasulullah dengan cara yang lembut, baik, dan tanpa kekerasan.

Wslm..

Rabu, 12 Juni 2013

Ideologi dan Islam

Muhammad Ismail dalam bukunya Al Fikru Al Islamiy, menyatakan bahwa idelogi (mabda’) merupakan ‘aqidah ‘aqliyyah yanbatsiqu ‘anha an nizham. Artinya; ‘aqidah ‘aqliyyah yang melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan (nizham). Islam mempunyai keunikan sendiri dibanding dengan agama-agama lain di dunia. Dari segi wilayah ajarannya, Islam tidak hanya mengatur hal yang bersifat aqidah seperti keimanan kepada Allah, Malaikat, Rasul, kitab, hari kiamat, serta qadla  dan qadar yang baik dan buruk semata dari Allah SWT. Namun Islam juga mengatur masalah sistem atau dalam istilah lain disebut nizham atau syari’ah. Sistem (nizham atau  syari’ah) ini berbicara bagaimana Islam mengatur seluruh masalah manusia.  Dengan demikian akan nampak kesempurnaan Islam sebagai sebuah agama dan juga ideologi.

Kesempurnaan Islam tersebut secara tegas disebutkan dalam Al Qur’an Al Karim sebagaimana firman Allah SWT:“Dan kami turunkan kepada kamu kitab ini untuk menerangkan semua perkara.” (QS An Nahl: 89)juga firman-Nya:“Hari ini telah Aku sempurnakan agama kamu dan telah Aku cukupkan nikmatKu untukmu, serta Aku ridlai Islam sebagai agama bagimu.”(QS Al Maidah: 3) Dari nash tersebut, jelas bahwa Islam telah sempurna sehingga pastilah tidak ada satu hal pun yang tidak diatur oleh Islam. Dari masalah yang sangat sederhana seperti memindahkan duri dari tengah jalan sampai masalah yang sangat kompleks seperti pemerintahan, Islam mengaturnya.

 Secara umum sistem Islam mengatur setidaknya tiga hal. Pertama, hukum-hukum yang berkenaan dengan individu dan Al Khaliq, yakni Allah SWT (hablum minallah) seperti ibadah yang meliputi shalat, puasa, zakat, haji dan jihad. Kedua, mengatur hubungan satu individu dengan dirinya sendiri (hablum minannafsi) seperti hukum berpakaian, makan, minum, dan termasuk diantaranya akhlak. Ketiga, mengatur hubungan individu dengan individu yang lainnya dalam masyarakat (hablum minannasi) seperti urusan niaga, pendidikan, sosial, pemerintahan , politik dan hukum-hukum yang lainnya.


Bila semua hubungan itu diatur merujuk pada sistem Islam, artinya orang Islam telah melaksanakan kehidupan berdasarkan aqidah Islam yang benar (ideologi Islam). Selain itu akan nampaklah bahwa memang Islam lebih unggul dibanding agama atau ideologi yang lainnya. Realitas sejarah telah menunjukkan bagaimana tingginya peradaban Islam dibanding peradaban yang lainnya saat itu. Umat Islam kala itu pun pantas disebut umat terbaik sebagaimana tercantum dalam Al Qur’an surat Ali Imran ayat 110. Kamu umat islam adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia (karena kamu) menyuruh (berbuat) ma’ruf, dan mencegah perbuatan yang mungkar dan beriman kepada ALLAH . sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mreka ada yang beriman ,namun kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. 

Time Management(mengatur waktu untuk efektivitas kehidupan)


Manajemen Waktu adalah Satu desah nafas kita saat menjalani waktu demi waktu merupakan langkah menuju kubur. “Demi masa. Sesungguh manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yg beriman dan menjalankan amal saleh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”(QS.Al-Ashr 1-3)
Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan baik amalan dan sejelek-jelek manusia adalah orang yg diberi panjang umur dan jelek amalannya.” Orang yang pasti beruntung adalah orang yg mencari kebenaran orang yang mengamalkan kebenaran orang yg mendakwahkan kebenaran dan orang yg sabar dalam menegakan kebenaran. Mengatur waktu dengan baik agar tak sia-sia adalah dengan mengetahui dan mempetakan mana yg wajib mana yg sunah dan mana yg mubah.
Jika kita sadar bahwa pentingya manajemen waktu, maka tentu kita akan berbuat untuk dunia ini seolah-olah akan hidup abadi, dan berbuat untuk akhirat seolah-olah akan mati esok hari, dan tentunya doa ini akan menjadi semboyan dalam hidup:
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan perliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Al-Baqarah/ 2:201)
Dengan demikian, marilah kita mulai mempelajari manajemen waktu, sehingga akan dapat menjadikan sebuah kebiasaan dalam pemanfaatan waktu.

9 langkah efektif dalam mengelola waktu antara lain :
1.  Analisislah sikap kita terhadap manajemen waktu dan kenalilah sejauh mana kemampuan kita dalam       mengelola waktu
2.   Sadarilah nilai dan urgensi waktu, serta sejauh mana kebutuhan kita pada manajemen waktu
3.   Susunlah skala prioritas dan jangan lupa pada kewajiban waktu
4.   Kenalilah hal-hal yang kita butuhkan dalam mengelola secara efektif
5.   Kenalilah hal-hal yang menganggu manajemen waktu, lalu hindarilah
6.   Perhatikanlah tokoh-tokoh yang berhasil mengelola waktu
7.   Atasilah hal-hal yang dapat menyia-nyiakan waktu
8.   Luruskan persepsi kita yang keliru mengenai efisiensi waktu
9.   Latihlah orang lain tentang cara mengoptimalkan waktu



SIRAH NABAWIYAH TENTANG KETELADANAN RASULLULLAH SAW

Beberapa sifat Rasulullah SAW yang perlu kita teladani:

NABI saw. adalah orang yang lebih dermawan daripada angin yang berhembus

·    Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata:
Rasulullah saw. adalah orang yang paling dermawan dalam hal kebaikan. Beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan. Sesungguhnya malaikat Jibril as. bertemu dengan beliau setiap tahun pada bulan Ramadan sampai selesai. Rasulullah saw. membaca Alquran di hadapannya. Saat Rasulullah saw. bertemu dengan malaikat Jibril, maka beliau adalah orang yang paling dermawan dalam hal kebaikan melebihi angin yang berhembus. (Shahih Muslim No.4268)

Kasih sayang serta sopan-santun Nabi saw. terhadap anak-anak dan keluarga serta keutamaan hal itu

·    Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Aqra` bin Habis pernah melihat Nabi saw. sedang mencium Hasan. Dia (Aqra` bin Habis) lalu berkata: Sesungguhnya aku mempunyai sepuluh orang anak namun aku tidak pernah mencium satupun dari mereka. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya barang siapa yang tidak menyayangi maka dia tidak akan disayangi. (Shahih Muslim No.4282)

Rasulullah saw. adalah orang yang paling baik akhlaknya

·    Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Aku melayani Rasulullah saw. selama sepuluh tahun. Demi Allah! Beliau sama sekali tidak pernah mengatakan kepadaku: Hus! Beliau
juga.

·   Tidak pernah mengatakan kepadaku sesuatu seperti: Kenapa kamu kerjakan itu? Kenapa kamu tidak mengerjakan ini. (Shahih Muslim No.4269)
Setiap kali Rasulullah saw. dimintai sesuatu, belum pernah beliau mengatakan: Tidak. Beliau adalah orang yang sering memberi

·    Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. tidak pernah dimintai sesuatu kemudian beliau mengatakan: Tidak. (Shahih Muslim No.4274)

·    Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Seandainya harta kekayaan Bahrain berhasil aku dapatkan, niscaya aku akan memberimu sekian, sekian, dan sekian sambil mengisyaratkan kedua belah tangannya. Ternyata Nabi saw. lebih dahulu wafat sebelum harta kekayaan Bahrain didapatnya. (Shahih Muslim No.4278)

Teladanilah sifat dan akhlak Rasulullah SAW insya ALLAH kita akan bersama beliau didalam surgaNYA.

Kebenaran Bisyarah Rasulullah dan Janji Allah


Bisyarah adalah sebuah kabar gembira yang Allah turunkan kepada ummatnya, baik melalui al-Qur’n ataupun melalui ucapan rasulullah. Bisyarah adalah perlambang janji Allah dan menjadi penyemangat kaum muslim selama berabad-abad lamanya, keyakinan akan janji ALlah ini terpatri kuat di dalam jiwa kaum muslim dan menjadi harapan ditengah-tengah kepuusasaan, menjadi pengingat dalam kealpaan dan menjadi sebuah sumber energi yang tidak terbatas sampai kapanpun juga. Dengan bisyarah inilah kaum muslim berjuang dan menorehkan tinta emas dalam sejarah peradaban dunia.

Salah satu bisyarah yang dapan menginspirasi setiap muslim adalah bisyarah rasulullah yang disampakan oleh Abdullah bin Amru pada shahabat:
فقال ‏عبد الله ‏ ‏بينما نحن حول رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏نكتب إذ سئل رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏أي المدينتين تفتح أولا ‏‏ قسطنطينية ‏ ‏أو ‏‏ رومية ‏ ‏فقال رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏مدينة ‏ ‏هرقل ‏ ‏تفتح أولا ‏ ‏يعني ‏‏ قسطنطينية
Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, "bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah SAW untuk menulis, tiba-tiba beliau SAW ditanya tentang kota manakah yang akan futuh terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma. Rasulullah SAW menjawab, "Kota Heraklius terlebih dahulu (maksudnya Konstantinopel) (HR Ahmad)
لتفتحن القسطنطينية فلنعم الأمير أميرها ولنعم الجيش ذلك الجيش
Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, sehebat-hebat Amir (panglima perang) adalah Amir-nya dan sekuat-kuatnya pasukan adalah pasukannya (HR Ahmad)

Ini adalah sebuah bisyarah, petunjuk dan kabar gembira bagi kaum muslim bahwa dua pilar peradaban barat pada waktu itu yang dijadikan simbol yaitu: Kota Roma (Romawi Barat) dan Kota Konstantinopel (Romawi Timur) akan diberikan dan dibebaskan oleh kaum muslim.

Dan hal ini menjadi penyemangat para Khalifah untuk melakukan futuhat, tercatat dalam sejarah bahwa Abu Ayyub al-Anshari (44 H) pada Khalifah Muawiyyah bin Abu Sufyan adalah orang yang pertama kali ingin merealisasikan janji Allah tersebut, namun karena kondisi fisik beliau tidak mampu memenuhinya, walaupun begitu, beliau meminta agar jasadnya dikuburkan di bawah kaki pasukan kaum muslim terdepan pada saat ekspedisi itu sebagai sebuah milestone bagi mujahid selanjutnya. 

Lalu Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik (98 H) pada masa Kekhalifahan Umayyah, Khalifah Harun al-Rasyid (190 H) masa Kekhalifahan Abasiyyah, Khalifah Beyazid I (796 H) masa Kekhalifahan Utsmanityyah, Khalifah Murad II (824 H) masa Kekhalifahan Utsmaniyyah juga tercatat dalam usaha penaklukan konstantinopel, tetapi karena satu dan lain hal, Allah belum mengizinkan kaum muslim memenangkan pertempuran itu.

Konstantinopel merupakan salah satu kota terpenting di dunia, kota ini memiliki benteng yang tidak tertembus yang dibangun pada tahun 330 M. oleh Kaisar Byzantium yaitu Constantine I. Konstaninopel memiliki posisi yang sangat penting di mata dunia. Sejak didirikannya, pemerintahan Byzantium telah menjadikannya sebagai ibukota pemerintahan Byzantium. Konstantinopel merupakan salah satu kota terbesar dan benteng terkuat di dunia saat itu, dikelilingi lautan dari tiga sisi sekaligus, yaitu selat Bosphorus, Laut Marmarah dan Tanduk Emas (golden horn) yang dijaga dengan rantai yang sangat besar, hingga tidak memungkinkan untuk masuknya kapal musuh ke dalamnya. Pentingnya posisi konstantinopel ini digambarkan oleh napoleon dengan kata-kata ".....kalaulah dunia ini sebuah negara, maka Konstantinopel inilah yang paling layak menjadi ibukota negaranya!".

Adalah Muhamamd II atau selanjutnya dikenal sebagai Muhammad al-Fatih, yang akan menaklukan kota ini, sejak kecil dia telah dididik oleh ulama-ulama besar pada zamannya, khususnya Syaikh Aaq Syamsuddin yang tidak hanya menanamkan kemampuan beragama dan ilmu Islam, tetapi juga membentuk mental pembebas pada diri Mumammad al-Fatih. Beliau selalu membekali al-Fatih dengan cerita dan kisah para penakluk, kisah syahid dan mulianya para mujahid, dan selalu mengingatkan Muhammad II tentang bisyarah rasulullah dan janji Allah yang menjadikan seorang anak kecil bernama Muhammad II memiliki mental seorang penakluk.

Maka tidak mengherankan ketika berumur 23 tahun, al-Fatih telah menguasai 7 bahasa dan dia telah memimpin ibukota Khilafah Islam di Adrianopel (Edirne) sejak berumur 21 tahun (ada yang memberikan keterangan dia telah matang dalam politik sejak 12 tahun). Sebagian besar hidup al-Fatih berada diatas kuda, dan beliau tidak pernah meninggalkan shalat rawatib dan tahajjudnya untuk menjaga kedekatannya dengan Allah dan memohon pertolongan dan idzinnya atas keinginannya yang telah terpancang kuat dari awal: Menaklukan Konstantinopel.

Diapun sadar untuk menaklukkan konstantiopel dia membutuhkan perencanaan yang baik dan orang-orang yang bisa diandalkan, maka diapun membentuk dan mengumpulkan pasukan elit yang dinamakan Janissaries, yang dilatih dengan ilmu agama, fisik, taktik dan segala yang dibutuhkan oleh tentara, dan pendidikan ini dilaksanakan sejak dini, dan khusus dipersiapkan untuk penaklukan konstantinopel. 40.00 orang yang loyal kepada Allah dan rasul-Nya pun berkumpul dalam penugasan ini. Selain itu dia juga mengamankan selat bosphorus yang menjadi nadi utama perdagangan dan transportasi bagi konstantinopel dengan membangun benteng dengan 7 menara citadel yang selesai dalam waktu kurang dari 4 bulan.

Tetapi konstantinopel bukanlah kota yang mudah ditaklukkan, kota ini menahan serangan dari berbagai penjuru dunia dan berhasil menetralkan semua ancaman yang datang kepadanya karena memiliki sistem pertahanan yang sangat maju pada zamannya, yaitu tembok yang luar biasa tebal dan tinggi, tingginya sekitar 30 m dan tebal 9 m, tidak ada satupun teknologi yang dapat menghancurkan dan menembus tembok ini pada masa lalu. Dan untuk inilah al-Fatih menugaskan khusus pembuatan senjata yang dapat mengatasi tembok ini.
Setelah mempersiapkan meriam raksasa yang dapat melontarkan peluru seberat 700 kg, al-Fatih lalu mempersiapkan 250.000 total pasukannya yang terbagi menjadi 3, yaitu pasukan laut dengan 400 kapal perang menyerang melalui laut marmara, kapal-kapal kecil untuk menembus selat tanduk, dan sisanya melalui jalan darat menyerang dari sebelah barat konstantinopel, awal penyerangan ini dilakukan pada tanggal 6 April 1453, yang terkenal dengan The Siege of Constantinple.

Keseluruhan pasukan al-Fatih dapat direpotkan oleh pasukan konstantinopel yang bertahan di bentengnya, belum lagi serangan bantuan dari negeri kristen lewat laut menambah beratnya pertempuran yang harus dihadapi oleh al-Fatih, sampai tanggal 21 April 1453 tidak sedikitpun tanda-tanda kemenangan akan dicapai pasukan al-Fatih, lalu akhirnya mereka mencoba suatu cara yang tidak terbayangkan kecuali orang yang beriman. Dalam waktu semalam 70 kapal pindah dari selat bosphorus menuju selat tanduk dengan menggunakan tenaga manusia. Yilmaz Oztuna di dalam bukunya Osmanli Tarihi menceritakan salah seorang ahli sejarah tentang Byzantium mengatakan:
“kami tidak pernah melihat dan tidak pernah mendengar sebelumnya, sesuatu yang sangat luar biasa seperti ini. Muhammad Al-Fatih telah mengubah bumi menjadi lautan dan dia menyeberangkan kapal-kapalnya di puncak-puncak gunung sebagai pengganti gelombang-gelombang lautan. Sungguh kehebatannya jauh melebihi apa yang dilakukan oleh Alexander yang Agung,”

Pengepungan ini terus berlanjut sampai dengan tanggal 27 Mei 1453, melihat kemenangan sudah dekat, Muhamamad al-Fatih mengumpulkan para pasukannya lalu berkhutbah didepan mereka:
Jika penaklukan kota Konstantinopel sukses, maka sabda Rasulullah SAW telah menjadi kenyataan dan salah satu dari mukjizatnya telah terbukti, maka kita akan mendapatkan bagian dari apa yang telah menjadi janji dari hadits ini, yang berupa kemuliaan dan penghargaan. Oleh karena itu, sampaikanlah pada para pasukan satu persatu, bahwa kemenangan besar yang akan kita capai ini, akan menambah ketinggian dan kemuliaan Islam. Untuk itu, wajib bagi setiap pasukan, menjadikan syariat selalu didepan matanya dan jangan sampai ada diantara mereka yang melanggar syariat yang mulia ini. Hendaknya mereka tidak mengusik tempat-tempat peribadatan dan gereja-gereja. Hendaknya mereka jangan mengganggu para pendeta dan orang-orang lemah tak berdaya yang tidak ikut terjun dalam pertempuran
Subhanallah, ini sebuah penegasan pada pasukannya bahwa kemenangan tidak akan bisa dicapai dengan mengandalkan kekuatan belaka, bukan pula karena kecerdasan dan strategi perang, Muhammad al-Fatih sangat memahami bahwa kemenangan hanya akan tercapai dengan izin dan pertolongan Allah. Maka ia meminta seluruh pasukannya bermunajat pada Allah, menjauhkan diri dari maksiat, bertahajjud pada malam harinya dan berpuasa pada esok harinya. Pada tanggal 29 Mei 1453, serangan terakhir dilancarkan, dan sebelum Ashar, al-Fatih sudah menginjakkan kakinya di gerbang masuk konstantinopel. Berakhirlah pengepungan selama 52 hari lamanya dan penantian panjang akan janji Allah selama 825 tahun lamanya. Konstantinopel dibebaskan kaum muslim melalui tangan al-Fatih!

Bayangkan, kekuatan seperti apa yang bisa menjaga semangat, persatuan, dan kesabaran selama 52 hari perang dan lintas generasi dalam 825 tahun lamanya? Kekuatan seperti apa yang dapat menjadikan anak muda berumur 23 tahun menaklukan sebuah peradaban besar? Inilah yang dinamakan kekuatan percaya pada janji Allah dan bisyarah rasul-Nya. Kemampuan melihat tidak dengan mata tetapi dengan keimanan, kekuatan yang melebihi apapun, Beyond the Inspiration. Allahuakbar!

Konstantinopel telah takluk dan itu tidak akan terulang kembali karena posisi yang mulia dalam bisyarah rasulullah telah ditempati oleh Muhammad al-Fatih. Penaklukan kota Roma hanya menunggu waktu dan posisi kemuliaan itupun akan ditempati oleh satu orang. Tetapi ada satu bisyarah lagi yang rasulullah sampaikan pada kita, yang mengajak kita semuanya untuk merealisasikan itu.
تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ
Telah berkata kepada kami Sulaiman bin Dawud al-Thayaalisiy; di mana ia berkata, "Dawud bin Ibrahim al-Wasithiy telah menuturkan hadits kepadaku (Sulaiman bin Dawud al-Thayalisiy). Dan Dawud bin Ibrahim berkata, "Habib bin Salim telah meriwayatkan sebuah hadits dari Nu’man bin Basyir; dimana ia berkata, "Kami sedang duduk di dalam Masjid bersama Nabi saw, –Basyir sendiri adalah seorang laki-laki yang suka mengumpulkan hadits Nabi saw. Lalu, datanglah Abu Tsa’labah al-Khusyaniy seraya berkata, "Wahai Basyir bin Sa’ad, apakah kamu hafal hadits Nabi saw yang berbicara tentang para pemimpin? Hudzaifah menjawab, "Saya hafal khuthbah Nabi saw." Hudzaifah berkata, "Nabi saw bersabda, "Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja dictator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam".[HR. Imam Ahmad]

Ada yang berminat?!!


Fenomena dibalik Revolusi Dunia arab (Arab Spring)

“Arab Spring”(REVOLUSI yg ternodai)

       Semenjak tewasnya mantan penguasa Libya, Moammar Khadafi, yang telah menambah daftar pemimpin Arab yang tersingkir akibat gelombang revolusi. Kejadian ini diawali dari revolusi Tunisia yang memaksa Presiden Zein Abidine Ben Ali lari tunggang langgang ke Arab Saudi. Kejadian serupa menimpa Presiden Mesir Hosni Mubarak yang dipaksa lengser dan kini sedang dalam  proses pengadilan di Kairo. Salah satu isu yang kini terus menjadi sorotan, bahkan menjadi polemik, adalah tentang peran asing, khususnya AS, di balik revolusi Arab itu. Tentu tidak bisa dipungkiri dukungan kuat AS dan Barat  terhadap revolusi Arab. Presiden AS Barack Obama, misalnya, secara tegas meminta Presiden Hosni Mubarak mundur saat revolusi Mesir  dan kini  Obama  juga meminta Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh dan Presiden Suriah Bashar al-Assad mundur. Andil AS dalam penumbangan rezim Khadafy di Libya tak kalah besar. AS tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk operasi militer bagi perlindungan warga sipil di Libya. Bahkan, AS mengerahkan pesawat tanpa awak, Predator, untuk memburu pasukan  loyalis Khadafi, akibat revolusi ini juga menyisakan kepahitan dan kesedihan karena sudah berapa jiwa yang tewas dalam peristiwa tersebut dan yang masih hangat adalah  revolusi suriah yang hingga kini telah banyak menewaskan nyawa kaum muslimin dan nampaknya Turki akan segera menyusul setelah masyarakat turki menuntut perdana mentri Erdogan yang sekuler mundur dari jabatannya pada (10/6/2013).

            Arab Spring merupakan  sebuah fenomena merebaknya revolusi demokrasi di dunia Arab. Dalam konteks Arab Spring, sesuatu yang bersemi adalah nilai-nilai demokrasi yang kemudian menyebar dengan efek domino ke negara-negara sekitarnya. Kebanyakan negara-negara di Arab memang tidak menerapkan nilai demokrasi secara terbuka, untuk itulah kebebasan-kebebasan rakyat dalam demokrasi seringkali lebih menarik daripada pemerintahan model  kerajaan yang tertutup. Ekspresi kebebasan rakyat inilah yang menjadi daya tarik utama pada sistem demokrasi. Selain adanya daya tarik tersebut, demokratisasi dunia Arab juga didorong oleh beberapa faktor, diantaranya adalah praktik KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) yang sangat kerap terjadi dalam model pemerintahan monarki autoritarianisme. Rendahnya daya pantau masyarakat akan hal ini membuat demokrasi menjadi hal mutlak sebagai tuntutan. Selain itu, maraknya praktik KKN juga memberikan imbas yang cukup signifikan bagi kehidupan  masyrakat bawah. KKN menyebabkan sistem ekonomi rapuh, sehingga yang terjadi adalah diantaranya, tingginya harga barang-barang pokok dan banyaknya pengangguran dikarenakan lapangan kerja yang sedikit. 


            Arab Spring secara implisit menjadi hal yang dapat dikaitkan dengan globalisasi ala negara-negara Barat, yang dimotori oleh Amerika Serikat. Memang, berkembangnya sistem informasi turut membawa serta ide-ide kebebasan. Namun, masyarakat Arab menolak anggapan bahwa proses demokratisasi dunia Arab, atau yang lebih dikenal sebagai Arab Spring, merupakan semata-mata pengaruh dari negara-negara Barat. Arab Spring dikatakan merupakan asli keinginan masyrakat Arab Sendiri, tanpa intervensi dari pihak manapun. Hal ini diperkuat dengan sering gagalnya upaya demokratisasi di Libya, Bahrain, dan Yaman Dan juga dikarenakan adanya campur tangan dari PBB, baik sebagai oposan maupun pendukung pemerintahan yang dikudeta. Sementara itu, Amerika Serikat dalam hal ini, ‘hanya’ memposisikan diri dalam logika aliansi, seperti yang terjadi di dalam kasus Palestina terkait dengan percobaan  kemerdekaan dari kelompok Hamas. Pada umumnya, dunia internasional pun mempunyai pandangan yang berbeda-beda terhadap peristiwa Arab Spring ini. Dalam kasus Libya misalnya, PBB memberikan sanksi terhadap rezim yang berkuasa. Begitu juga dengan Uni Eropa yang tidak hanya memberikan sanksi tapi juga embargo. NATO malah dengan terang-terangan memberikan bantuan personil militer untuk menumbangkan pemerintahan sah Libya yang dikudeta tersebut.


Revolusi yang telah ternodai kepentingan barat


Dukungan AS dan Barat terhadap revolusi Arab itu bukan  tanpa pamrih. AS dan Barat yang selama ini dikenal pendukung kuat rezim-rezim diktator Arab tiba-tiba berubah arah. AS dan Barat tampaknya segera menyadari, percuma mempertahankan kapal yang sudah mau tenggelam. Mereka pun segera membonceng gerakan revolusi rakyat, yang dimulai dari Tunisia, diikuti Mesir, Libya, Yaman, dan Suriah. Tujuannya adalah agar AS dan Barat tidak kehilangan pengaruh di kawasan strategis itu (Timur Tengah). Akan tetapi, banyak analisis di Timur Tengah menyebutkan, perubahan sikap AS dan Barat itu sangat spekulatif, muncul analisis tentang kemungkinan mundurnya peran AS dan Barat di dunia Arab pascarevolusi. AS tampaknya sudah mengantisipasi tentang risiko kemerosotan pengaruhnya di kawasan strategis itu. AS pun kini melakukan pertarungan dengan melobi kekuatan-kekuatan internal di Tunisia, Mesir, dan Libya agar mereka bersedia menjadi bumper bagi kepentingan AS di negara- negara tersebut.Pemilu demokratis inilah yang nantinya bersedia menjalin hubungan istimewa dengan Barat, khususnya AS. Berbagai cara dilakukan barat untuk membajak perubahan revolusi timur tengah diantaranya:·         Memanfaatkan politisi boneka
·         Memberikan hutang
·         Melakukan interverensi militer
·         Mempropagandakan islam moderat
·         Mengendalikan media massa untuk opini publik


Kondisi pasca  revolusi.


Pertanyaan mendasar yang perlu digaris bawahi adalah sudahkah perubahan yang terjadi dinegri-negri kaum muslimin tersebut sudah sesuai dengan islam?Analisis dari pertanyaan tersebut harusnya mengandung dua unsur utama yang arahannya benar. Pertama, menjadikan islam baik aqidah  maupun  syariatnya sebagai panduan ideologis untuk mendirikan  negara khilafah yang akan menerapkan islam secara kaffah didalam negri maupun menyebarkannya diluar negri dengan jihad, kedua menolak secara total segala bentuk intervensi asing ke negri-negri islam dan tidak sekalipun meminta bantuan kepada asing. Sayangnya 2 unsur  tersebut tersebut tidak ter penuhi dalam revolusi timur tengah yang telah terjadi hingga sekarang. Yang terjadi hanyalah perubahan sosok penguasa bukan perubahan sistem menjadi negara  khilafah ,contohnya mesir yang telah  melaksanakan pemilu dan memilih Mohammad Mursi sebagai pemimpin dari Ikhwanul muslimin, juga enggan menerapkan sistem Islam di mesir, begitu pula di tunisia yang malah mengambil kebijakan refresif setelah tergulingnya presiben Ben Ali,semua partai berlandaskan islam juga dilarang oleh pemerintah. Begitu pula kasus yaman dan suriah juga akan menyusul nasib negara-negara islam lainnya. Dari serangkaian revolusi yang terjadi di timur tengah terdapat pelajaran berharga bahwa sesungguhnya perubahan nyata tidak akan terwujud hanya dengan mengandalkan kebencian terhadap rezim diktator semata dan ketidak adilan ekonomi. Perubahan yang kini harus dilakukan adalah perubahan mendasar yakni mencabut akar persoalan  umat dan melakukan perubahan sistemk bukan hanya perubahan temporal semata dan dalam kasus revolusi timur tengah adalah akibat dari ketiadaan konsep perubahan yang jernih serta sikap berkompromi dengan berbagai pihak dan  kepentingan asing semata padahal ALLAH SWT telah berfirman dalam ALQURAN:Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan  penolong bagimu.(Albaqarah ayat 120)


Sehingga perubahan hakiki yang seharusnya dilakukan adalah bukan mengikuti kaum kafir  dengan menerapkan demokrasi tetapi menerapkan hukum  syariat islam dalam landasan bernegara sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW di negara madinah, karena pada hakikatnya Demokrasi tidak didesain untuk perubahan tetapi hanya untuk memperkuat sistem kapitalisme dan sekulerisme dinegari-negri kaum muslimin untuk tetap memancangkan kepentingan barat disana.   


Mempersiapkan perubahan revolusioner dengan islam


Berkaca dari ARAB SPRING yang telah gagal mengembalikan kedaulatan islam dalam suatu negara khilafah maka,  untuk mempersiapkan peubahan yang revolusioner sesungguhnya adabeberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mencetuskan perubahan ditengah-tengah masyarakat sehingga perubahan tersebut tidak hanya sekedar perubahan sosok semata tetapi perubahan menyeluruh. Syarat-syarat tersebut antara lain:

1) Adanya visi perubahan yang kuat dan jelas. Di Masyarakat harus ditumbuhkan kesadaran bahwa Bukan sekedar menggganti rezim saja tetapi secara total mengganti sistem kufur dengan islam dan mereka juga harus disadarkan bahwa sistem islam hanya mampu ditegakkan ketikahukum syariah diterapkan secaramenyeluruh dalam koridor negara KHILAFAH ISLAMIYAH.
2)Adanya kelompokkuat yang mampu memimpin dan mengawal ummat menuju perubaha yang hakiki dan revolusioner. Ini didasarkan pada kenyataan bahwa menegakkan KHILAFAH adalah aktivitas yang beratyang tidak mampu dipikul oleh individu maupun kelompok individu dan hanya bisa diwujudkan dengan kerja kolektif yang melibatkan jamaah yang terorganisasi dengan baik  serta mempunyai master plan yang rinci untuk membentuk negara yang berlandaskan islam.
3)Adanya opini umum yang lahir dari kesadaran umum dari masyarakat untuk membebaskan ummat dari dominsi sistem kufur sehingga siap menyongsong tegaknya khilafah
4)Adanya kesadaran politik ditengah-tengah ummat yang selalu memandang persoalan baik lokal maupun internasional darisudut pandang islam
5)Adanya dukungan para ahlul quwah (pemilik kekuasaan real ditengah-tengah masyarakat sekaligus representasi dari kekuasaan ) karena tanpa dukungan mereka islam tak akan mungkin mampu meraih kekuasaan dari tangan Ummat.

Sesungguhnya perubahan revolusioner yang harus  diperjuangkan kaum muslimin sekarang adalah dengan mengganti sistem kufur yang ada ditengah-tengah ummat dengan hukum syariat islam dibawah Daulah Islam dan Metode satu-satunya untuk mendirikan Daulah Islam hanya dengan mengemban dakwah Islam dan melakukan upaya untuk melanjutkan kehidupan yang islami. Hal itu menuntut adanya usaha menjadikan negeri-negeri Islam menjadi satu kesatuan, karena kaum Muslim adalah umat yang satu yang tiada lain merupakan kumpulan manusia yang disatukan oleh akidah yang satu, yang terpancar darinya aturan-aturan Islam. Karena itu, munculnya aktivitas apapun di suatu negeri Islam mana pun akan berpengaruh pada wilayah-wilayah Islam lainnya. dalam keadaan seperti itu juga akan menggerakkan perasaan dan pemikiran. Karena itu, seluruh negeri-negeri Islam harus dijadikan sebagai negeri yang satu dan dakwah  harus diemban di seluruh negeri tersebut, sehingga berpengaruh di tengah masyarakatnya. Hal itu karena masyarakat yang satu akan mampu membentuk umat yang kuat dan mampu menciptakan dorongan perubahan dinegri-negri kaum muslimin karena kita tidak ditakdirkan untuk menyaksikan perubahan tetapi kita ditakdirkan untuk memperjuangkan perubahan untuk ummat ini menuju perubahan yang hakiki yaitu dengan menerapkan syariat islm dibawah daulah khilafah islamiyah ala minhajji nubuwah.


Sumber
An-Nabhani , Asy-Syaikh Taqiyuddin, Daulah Islam (ed. Mu’tamadah) cetakan ke -4, HTI Press, 2009. Jakarta
http://internasional.kompas.com/read/2011/10/25/07365095/Revolusi.Arab.Bisa.Pudarkan.Hegemoni.AS
Al wa’ie, Revolusi Prematur Di dunia islam No 129 Tahun XI 1-31 mei 2011
Al wa’ie, Barat Membajak Revolusi No 136 Tahun XII 1-31 desember 2011
Al wa’ie, jalan menuju khilafah, No 142 Tahun XII 1-30 juni 2012