HOME

Jumat, 14 Juni 2013

METODE DAKWAH RASULULLAH SAW

Assalamualaikum wr wb.

       Dalam catatan kali ini saya akan menjelaskan metode dakwah Rasulullah SAW yang pernah dilakukan Rasulullah dahulu di madinah dan metode ini wajib digunakan oleh pengemban dakwah sebagai uslub atau cara kita melakukan aktivitas dakwah yang benar dan jauh dari yang namanya kekerasan. 

       Dakwah pada hakikatnya adalah menyeru atau menyampaikan kebaikan kepada orang lain dan dakwah sendiri dilakukan tanpa kekerasan seperti halnya dakwah yang dilakukan Rasulullah SAW di Madinah untuk menyebarkan agama islam keseluruh penjuru zajirah arab. Dalam menjalankan aktivitas dakwah kita memerlukan metode, cara dan trik agar sesuatu yang ingin kita sampaikan kepada orang lain tersampaikan dan mereka tercerahkan dengan risalah agama yang kita sampaikan.

berikut adalah metode dakwah Rasulullah yang perlu kita cermati, yaitu: 


(1) Tahap Pembinaan dan Pengkaderan (Marhalah Tatsqif)

Tahap ini dimulai sejak beliau SAW diutus menjadi Rasul, setelah firman Allah SWT: 

“Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan!” (QS  Al Muddatstsir: 1-2)

Tahapan pertama atau tahapan pengkaderan ini dilakukan secara lebih tersembunyi (siriyyah). Tahapan ini merupakan  sebuah masa untuk mendidik kader, di mana kader yang terbentuk inilah yang akan menyebarkan pemahaman Islam ke masyarakat. Pada pengkaderan ini ditanamkan pada diri kader tentang target dakwah yang akan diraih, yaitu menegakkan Islam kembali di muka bumi dengan cara tegaknya sebuah pemerintahan yang akan menerapkan Islam dalam setiap sendi kehidupan.

(2)  Tahap Interaksi dengan Masyarakat dan Perjuangan

  (Marhalah Tafaa’ul wal kiffah)
Tahap ini ditempuh setelah melalui tahapan pembinaan. Hal ini dilakukan setelah Rasulullah mendapat perintah dari Allah:

“Maka sampaikanlah secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.”(QS  Al Hijr: 94)
Pelaku dakwah adalah orang-orang yang telah mengalami pengkaderan sebelumnya. Dibandingkan dengan tahap pertama, tahapan ini akan lebih berat dari segi tantangan yang akan dihadapi. Tahapan ini dibagi ke dalam dua strategi, yaitu:

(a). Shiraa’ul fikri (pertarungan pemikiran)

Target dari aktivitas shiraa’ul fikri adalah menjelaskan kepada masyarakat bahwa sistem yang ada saat ini tidak sesuai dengan Islam. Hal ini dilakukan dengan memerangi pemikiran-pemikiran kufur dengan mengungkapkan kelemahan, kerusakan dan kepalsuannya serta memberikan pemikiran Islam yang jernih sebagai penggantinya. Pada tahap ini, pengkaderan terhadap individu-individu yang akan melakukan dakwah harus terus dilakukan.

(b). Kiffah as siyasi (perjuangan politik)

Aktivitas kiffah as siyasi (perjuangan politik) adalah mengkritik kebijakan pemimpin yang tidak sesuai dengan Islam, tidak membela kemashlahatan kaum muslimin serta membongkar berbagai makar yang akan menghalang-halangi tegaknya Islam kembali, baik makar antar pemimpin maupun dengan negara lain. Dengan begitu, rakyat mengetahui dengan jelas hakikat para penguasa mereka.

3.      Tahap Penerapan Syari’at Islam (Tathbiq Al Ahkaam Al Islam).

 Tahap ini ditandai dengan didirikannya Daulah Islamiyah sebagai pelaksana hukum Islam dan sebagai pengemban risalah Islam ke seluruh penjuru dunia melalui dakwah dan jihad.  

Dengan telah dipahaminya tentang kewajiban mengorganisasikan dakwah dengan baik serta tujuan yang jelas juga metode yang jelas, insya Allah kehidupan Islam yang diinginkan semua umat dapat terwujud. Islam pun akan mampu kembali menjadi rahmatan lil alamin. 

semoga dakwah yang kita lakukan sesuai dengan apa yang dicontohkan Rasulullah dengan cara yang lembut, baik, dan tanpa kekerasan.

Wslm..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar