Assalamualaikum.wr.wb
Dalam catatan saya kali ini
saya hanya ingin berbagi sedikit cerita tentang sesuatu yang mungkin belum
diketahui antum semua, yaitu kelebihan akal manusia dalam membentuk pola
fikirnya.
Dalam sebuah kitab karangan
'Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Alkhaubawiyi, seorang ulama yang hidup
dalam abad ke XIII Hijrah, menerangkan bahawa sesungguhnya Allah S.W.T telah
menciptakan akal, maka Allah S.W.T telah berfirman yang bermaksud : "Wahai
akal menghadaplah engkau." Maka akal pun menghadap kehadapan Allah S.W.T.,
kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Wahai akal berbaliklah
engkau!", lalu akal pun berbalik.
Kemudian Allah S.W.T.
berfirman lagi yang bermaksud : "Wahai akal! Siapakah aku?". Lalu
akal pun berkata, "Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah
hamba-Mu yang daif dan lemah."
Lalu Allah S.W.T berfirman
yang bermaksud : "Wahai akal tidak Ku-ciptakan makhluk yang lebih mulia
daripada engkau."
Begitu hebatnya akal manusia
yang sudah pertama kali diciptakan pun sudah bisa mengenal idientitasnya
sendiri. Berbeda dengan manusia yang baru saja mengenal dunia sudah terlena
oleh kehidupan dunia yang menawarkan kesenangan sesaat dan lupa akan
kewajibannya sebagai hamba ALLAH S.W.T.
Dan begitu cepatnya, sudah
timbul sifat hedonisme dikalangan masyarakat kita yaitu: paham yang mempunyai
prinsip bahwa manusia dibolehkan mengejar kenikmatan dunia dan melakukan usaha
apapun agar dapat memperoleh kenikmatan itu dan tidak kalah cepatnya sikap
sekularisme juga menyusupi masyarakat kita yaitu: paham yang memisahkan agama
dengan kehidupan, dan yang parah lagi timbulnya paham liberalisme yang
membolehkan manusia untuk melakukan apa saja semaunya tanpa berfikir resiko dan
dampak akibat perbuatannya itu.
Ketahuilah dalam diri manusia
ada sesuatu yang menggerakkan pola pikir manusia yaitu hati dan akal, mabda
atau idiologi manusia terletak pada akal yang sudah memprogram semua kejadian
dari sejak lahir sampai kita meninggal.
Kenyataan sekarang berbeda
dengan kodrat manusia dengan akalnya, sekarang manusia hanya bertindak sesuai
hati dan tidak memikirkan melalui akal terlebih dahulu.
Sebenarnya ajaran islam
mengajarkan umatnya untuk menjadi seorang pemikir, karena pemikiran yang bagus
akan membentuk mafahim( pemahaman ) yang kuat.
Kenyataan sekarang sangatlah
berbeda, banyak umat islam yang hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri
sedangkan kepentingan saudara yang lain terabaikan. Itulah yang menyebabkan
pemikiran sekarang disebut pemikiran dangkal, dan jauh dari pemikiran mustanir
(cemerlang).
Dan sangat susah sekarang
untuk merubah pemikiran seseorang, yang diibaratkan otak seseorang tersebut
sudah penuh dengan pemikirannya sendiri dan kita mau memasukkan pemikiran kita,
itu akan jadi sia-sia karena seperti mengisi bejana yang sudah penuh airnya,
biarpun kita mengisi berapa banyak pun tetap saja airnya meluber keluar seperti
itulah pemikiran saat ini.
Dan Inilah yang menyebabkan
mirisnya akhlaq dan keterbelakangan pemahaman islam. Banyak orang-orang yang
memang islam tetapi ideologinya bukan islam, bukankan Rasulullah SAW mengatakan bahwa islam itu tidak dapat
diterapkan secara setengah-setengah tetapi harus ditetapkan secara menyeluruh,
karena hanya ideologi islam yang mengatur tentang agama,kehidupan
bermasyarakat,ekonomi,politik,perang dan masih banyak lainnya.
Manusia berfikir sebagai ahli
fikir dan manusia merasakan sebagai kodrat hidup, jadi intinya pemikiranlah
satu-satunya jalan untuk mengubah keadaan yang masih jauh dari pada kata
sejahtera dan kita perlu sumbangan pemikir-pemikir dari semua umat muslim agar
dapat mengatasi problematika umat islam saat ini,jangan sampai pemikiran kita
terjajah lagi dengan paham-paham barat yang selalu memisahkan agama dari aturan
hidup kita,,
Semoga dengan catatan ini
antum semua dapat menyadari, begitu besarnya anugrah yang sudah diberikan TUHAN
kepada kita, dan kita sebagai manusia harus dan wajib memanfaatkan apa yang
telah diberikan TUHAN , jauhilah kezaliman dan tetaplah berpegang teguh pada AL-QUR’AN
DAN AL-HADIS. Sungguh menegakkan syariat islam adalah kewajiban seluruh
muslim janganlah berhenti berjuang untuk menegakkan daulah khilafah islamiyah
karena hanya dengan khilafah kita dapat hidup jauh lebih baik.. amin
Syukron wslm….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar