HOME

Rabu, 12 Juni 2013

HAKEKAT PEMIKIRAN MANUSIA

Assalamualaikum.wr.wb
Dalam catatan saya kali ini saya hanya ingin berbagi sedikit cerita tentang sesuatu yang mungkin belum diketahui antum semua, yaitu kelebihan akal manusia dalam membentuk pola fikirnya.
Dalam sebuah kitab karangan 'Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Alkhaubawiyi, seorang ulama yang hidup dalam abad ke XIII Hijrah, menerangkan bahawa sesungguhnya Allah S.W.T telah menciptakan akal, maka Allah S.W.T telah berfirman yang bermaksud : "Wahai akal menghadaplah engkau." Maka akal pun menghadap kehadapan Allah S.W.T., kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Wahai akal berbaliklah engkau!", lalu akal pun berbalik.
Kemudian Allah S.W.T. berfirman lagi yang bermaksud : "Wahai akal! Siapakah aku?". Lalu akal pun berkata, "Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang daif dan lemah."
Lalu Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Wahai akal tidak Ku-ciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau."
Begitu hebatnya akal manusia yang sudah pertama kali diciptakan pun sudah bisa mengenal idientitasnya sendiri. Berbeda dengan manusia yang baru saja mengenal dunia sudah terlena oleh kehidupan dunia yang menawarkan kesenangan sesaat dan lupa akan kewajibannya sebagai hamba ALLAH S.W.T.
Dan begitu cepatnya, sudah timbul sifat hedonisme dikalangan masyarakat kita yaitu: paham yang mempunyai prinsip bahwa manusia dibolehkan mengejar kenikmatan dunia dan melakukan usaha apapun agar dapat memperoleh kenikmatan itu dan tidak kalah cepatnya sikap sekularisme juga menyusupi masyarakat kita yaitu: paham yang memisahkan agama dengan kehidupan, dan yang parah lagi timbulnya paham liberalisme yang membolehkan manusia untuk melakukan apa saja semaunya tanpa berfikir resiko dan dampak akibat perbuatannya itu.
Ketahuilah dalam diri manusia ada sesuatu yang menggerakkan pola pikir manusia yaitu hati dan akal, mabda atau idiologi manusia terletak pada akal yang sudah memprogram semua kejadian dari sejak lahir sampai kita meninggal.
Kenyataan sekarang berbeda dengan kodrat manusia dengan akalnya, sekarang manusia hanya bertindak sesuai hati dan tidak memikirkan melalui akal terlebih dahulu. 
Sebenarnya ajaran islam mengajarkan umatnya untuk menjadi seorang pemikir, karena pemikiran yang bagus akan membentuk mafahim( pemahaman ) yang kuat.
Kenyataan sekarang sangatlah berbeda, banyak umat islam yang hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri sedangkan kepentingan saudara yang lain terabaikan. Itulah yang menyebabkan pemikiran sekarang disebut pemikiran dangkal, dan jauh dari pemikiran mustanir (cemerlang).
Dan sangat susah sekarang untuk merubah pemikiran seseorang, yang diibaratkan otak seseorang tersebut sudah penuh dengan pemikirannya sendiri dan kita mau memasukkan pemikiran kita, itu akan jadi sia-sia karena seperti mengisi bejana yang sudah penuh airnya, biarpun kita mengisi berapa banyak pun tetap saja airnya meluber keluar seperti itulah pemikiran saat ini.
Dan Inilah yang menyebabkan mirisnya akhlaq dan keterbelakangan pemahaman islam. Banyak orang-orang yang memang islam tetapi ideologinya bukan islam, bukankan Rasulullah SAW mengatakan bahwa islam itu tidak dapat diterapkan secara setengah-setengah tetapi harus ditetapkan secara menyeluruh, karena hanya ideologi islam yang  mengatur tentang agama,kehidupan bermasyarakat,ekonomi,politik,perang dan masih banyak lainnya.
Manusia berfikir sebagai ahli fikir dan manusia merasakan sebagai kodrat hidup, jadi intinya pemikiranlah satu-satunya jalan untuk mengubah keadaan yang masih jauh dari pada kata sejahtera dan kita perlu sumbangan pemikir-pemikir dari semua umat muslim agar dapat mengatasi problematika umat islam saat ini,jangan sampai pemikiran kita terjajah lagi dengan paham-paham barat yang selalu memisahkan agama dari aturan hidup kita,,
Semoga dengan catatan ini antum semua dapat menyadari, begitu besarnya anugrah yang sudah diberikan TUHAN kepada kita, dan kita sebagai manusia harus dan wajib memanfaatkan apa yang telah diberikan TUHAN , jauhilah kezaliman dan tetaplah berpegang teguh pada AL-QUR’AN DAN AL-HADIS. Sungguh menegakkan syariat islam adalah kewajiban seluruh muslim janganlah berhenti berjuang untuk menegakkan daulah khilafah islamiyah karena hanya dengan khilafah kita dapat hidup jauh lebih baik.. amin

Syukron wslm….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar