Muhammad Ismail dalam bukunya Al Fikru Al Islamiy, menyatakan bahwa idelogi (mabda’) merupakan ‘aqidah ‘aqliyyah yanbatsiqu ‘anha an nizham.
Artinya; ‘aqidah ‘aqliyyah yang
melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan (nizham). Islam mempunyai
keunikan sendiri dibanding dengan agama-agama lain di dunia. Dari segi wilayah
ajarannya, Islam tidak hanya mengatur hal yang bersifat aqidah seperti keimanan
kepada Allah, Malaikat, Rasul, kitab, hari kiamat, serta qadla dan qadar yang baik dan buruk semata dari
Allah SWT. Namun Islam juga mengatur masalah sistem atau dalam istilah lain
disebut nizham atau syari’ah. Sistem (nizham atau syari’ah) ini berbicara bagaimana
Islam mengatur seluruh masalah manusia.
Dengan demikian akan nampak kesempurnaan Islam sebagai sebuah agama dan
juga ideologi.
Kesempurnaan Islam tersebut secara tegas disebutkan dalam
Al Qur’an Al Karim sebagaimana firman Allah SWT:“Dan kami turunkan kepada kamu
kitab ini untuk menerangkan semua perkara.” (QS An Nahl: 89)juga
firman-Nya:“Hari ini telah Aku
sempurnakan agama kamu dan telah Aku cukupkan nikmatKu untukmu, serta Aku
ridlai Islam sebagai agama bagimu.”(QS Al Maidah: 3) Dari nash
tersebut, jelas bahwa Islam telah sempurna sehingga pastilah tidak ada satu hal
pun yang tidak diatur oleh Islam. Dari masalah yang sangat sederhana seperti
memindahkan duri dari tengah jalan sampai masalah yang sangat kompleks seperti
pemerintahan, Islam mengaturnya.
Secara umum sistem Islam
mengatur setidaknya tiga hal. Pertama, hukum-hukum yang
berkenaan dengan individu dan Al Khaliq, yakni Allah SWT (hablum minallah) seperti ibadah yang meliputi shalat,
puasa, zakat, haji dan jihad. Kedua,
mengatur hubungan satu individu dengan dirinya sendiri (hablum minannafsi) seperti hukum berpakaian, makan,
minum, dan termasuk diantaranya akhlak. Ketiga, mengatur hubungan individu
dengan individu yang lainnya dalam masyarakat (hablum minannasi)
seperti urusan niaga, pendidikan, sosial, pemerintahan , politik dan
hukum-hukum yang lainnya.
Bila semua hubungan itu diatur merujuk pada sistem Islam,
artinya orang Islam telah melaksanakan kehidupan berdasarkan aqidah Islam yang
benar (ideologi Islam). Selain itu akan nampaklah bahwa memang Islam lebih
unggul dibanding agama atau ideologi yang lainnya. Realitas sejarah telah
menunjukkan bagaimana tingginya peradaban Islam dibanding peradaban yang
lainnya saat itu. Umat Islam kala itu pun pantas disebut umat terbaik
sebagaimana tercantum dalam Al Qur’an surat Ali Imran ayat 110. Kamu umat
islam adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia (karena kamu)
menyuruh (berbuat) ma’ruf, dan mencegah perbuatan yang mungkar dan beriman
kepada ALLAH . sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi
mereka. Di antara mreka ada yang beriman ,namun kebanyakan mereka adalah
orang-orang yang fasik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar