HOME

Rabu, 12 Juni 2013

Ideologi dan Islam

Muhammad Ismail dalam bukunya Al Fikru Al Islamiy, menyatakan bahwa idelogi (mabda’) merupakan ‘aqidah ‘aqliyyah yanbatsiqu ‘anha an nizham. Artinya; ‘aqidah ‘aqliyyah yang melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan (nizham). Islam mempunyai keunikan sendiri dibanding dengan agama-agama lain di dunia. Dari segi wilayah ajarannya, Islam tidak hanya mengatur hal yang bersifat aqidah seperti keimanan kepada Allah, Malaikat, Rasul, kitab, hari kiamat, serta qadla  dan qadar yang baik dan buruk semata dari Allah SWT. Namun Islam juga mengatur masalah sistem atau dalam istilah lain disebut nizham atau syari’ah. Sistem (nizham atau  syari’ah) ini berbicara bagaimana Islam mengatur seluruh masalah manusia.  Dengan demikian akan nampak kesempurnaan Islam sebagai sebuah agama dan juga ideologi.

Kesempurnaan Islam tersebut secara tegas disebutkan dalam Al Qur’an Al Karim sebagaimana firman Allah SWT:“Dan kami turunkan kepada kamu kitab ini untuk menerangkan semua perkara.” (QS An Nahl: 89)juga firman-Nya:“Hari ini telah Aku sempurnakan agama kamu dan telah Aku cukupkan nikmatKu untukmu, serta Aku ridlai Islam sebagai agama bagimu.”(QS Al Maidah: 3) Dari nash tersebut, jelas bahwa Islam telah sempurna sehingga pastilah tidak ada satu hal pun yang tidak diatur oleh Islam. Dari masalah yang sangat sederhana seperti memindahkan duri dari tengah jalan sampai masalah yang sangat kompleks seperti pemerintahan, Islam mengaturnya.

 Secara umum sistem Islam mengatur setidaknya tiga hal. Pertama, hukum-hukum yang berkenaan dengan individu dan Al Khaliq, yakni Allah SWT (hablum minallah) seperti ibadah yang meliputi shalat, puasa, zakat, haji dan jihad. Kedua, mengatur hubungan satu individu dengan dirinya sendiri (hablum minannafsi) seperti hukum berpakaian, makan, minum, dan termasuk diantaranya akhlak. Ketiga, mengatur hubungan individu dengan individu yang lainnya dalam masyarakat (hablum minannasi) seperti urusan niaga, pendidikan, sosial, pemerintahan , politik dan hukum-hukum yang lainnya.


Bila semua hubungan itu diatur merujuk pada sistem Islam, artinya orang Islam telah melaksanakan kehidupan berdasarkan aqidah Islam yang benar (ideologi Islam). Selain itu akan nampaklah bahwa memang Islam lebih unggul dibanding agama atau ideologi yang lainnya. Realitas sejarah telah menunjukkan bagaimana tingginya peradaban Islam dibanding peradaban yang lainnya saat itu. Umat Islam kala itu pun pantas disebut umat terbaik sebagaimana tercantum dalam Al Qur’an surat Ali Imran ayat 110. Kamu umat islam adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia (karena kamu) menyuruh (berbuat) ma’ruf, dan mencegah perbuatan yang mungkar dan beriman kepada ALLAH . sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mreka ada yang beriman ,namun kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar